Kita suka menghakimi orang. Meski kenyataannya, gelar untuk menjadi Hakim itu sendiri tidak dimiliki. Mungkin karena kita sendiri takut akan hal hal yang tidak kita ketahui. Salah satunya adalah memiliki tendensi menjadi homoseksual.
Anda mau menjadi homoseksual? Jika tidak mengapa mengata-ngatai mereka yang homoseksual? Apa yang Anda tahu tentang menjadi homo?
Oh... jadi Anda percaya Tuhan? Jika Anda percaya Tuhan, mengapa Anda mengingkari keberadaan homoseksual padahal ada di Kitab Suci? Sejauh yang saya pelajari, saya tahunya hal itu dilarang di berbagai agama, dilarang berarti ada kan? Tapi pernah dibahas rinci kenapa dari masa ke masa dari waktu ke waktu homoseksual tetap ada? Apa yang Anda tahu tentang keajaiban ini? Paling Anda hanya bisa nganga lalu mulai mencerecau karena begini begitu tanpa tahu pasti mengapa Tuhan tetap menciptakannya. Tuhan menciptakannya.... Ah gak mungkin.... Kalau begitu jelaskan mengapa Tuhan menciptakan berbagai hal yang menurut manusia biasa adalah kekurangan, seperti disabilitas lainnya (buntung, buta, tuli, gagap, dll), sementara Anda sendiri tidak tahu jawabannya?
Lama sudah saya menelusuri kenapa saya memiliki perbedaan ini dibandingkan dengan laki-laki lain. Salah saya apa? Kenapa saya berbeda? Kenapa saya? Karena saya memiliki naluri ini bukan karena gaya hidup. Mau tahu gaya hidup saya?
Saya pernah dengan setianya delapan tahun memacari seorang gadis lalu putus. Apakah karena saya patah hati makanya jadi homo? Tidak tuh, saya kemudian pacaran dengan gadis selama lima tahun lalu putus juga. Apakah saya laki-laki bangsat? Nggak tuh, dari dua relationship itu saya tahu bahwa saya sudah berikan yang terbaik, perempuan-perempuan itu yang meninggalkan saya dan beberapa tahun kemudian barulah mereka menyesal karena meninggalkan saya. Tapi... dari 13 (tiga belas) tahun masa saya bersama perempuan.... Ada satu gairah yang tidak pernah padam, saya mengingkan lelaki dalam hidup saya.
Tidak tahu kenapa demikian. Jika Anda menyukai kejujuran, harusnya Anda terima jawaban saya apa adanya. Kecuali Anda adalah tipe orang yang diberi jawaban jujur, lalu malah jantungan dan shocked. Itu bukan urusan saya.
Oh iya, terkait dengan gaya hidup lagi, saya pernah hidup dengan "gay"/ riang, party sana sini, pulang pagi, pokoknya melakukan hal-hal yang dilakukan dalam buku-buku yang berembel-embel "undercover". Tapi itu saya lakukan setelah saya begitu letih dengan perang versus diri sendiri. Ya, kenapa tidak? Hidup saya cuman sekali, gak harus kan saya menghabiskannya dalam lingkaran setan yang gak berujung. Saya memilih keluar dan menikmati hidup saya.
Jika bisa, tentu dengan senang hati saya ingin, Anda merasakan apa yang saya rasakan, mau kah Anda bertukar tempat dengan diri saya, sehari saja, sehingga kita berada di jalur yang sama, saya yakin Anda jika itu mungkin dilakukan, Anda akan menemukan diri Anda sibuk berdoa agar Anda tidak menjadi saya di keesokan pagi.
Jadi berhentilah menghujat homoseksual, baik yang Anda curigai, Anda kenal langsung, atau bahkan Anda duga. Homoseksual adalah urusan ranjang, selebihnya saya adalah laki-laki. Jangan pernah berpikir bahwa hanya karena saya homoseksual maka otak saya dengan seketika langsung di selangkangan. Saya heran, kenapa sepertinya menjadi homo sepertinya dipaksa untuk mengaku, sementara menjadi hetero bisa seenak-enaknya sendiri tanpa harus ada dorongan untuk mengaku hetero atau tidak? Kalau saya hetero, apakah itu artinya Anda harus menyaksikan saya melakukan kegiatan seksual saya? Lalu kalau homo kenapa? Apa harus pamer adegan ranjang saya juga? Tidak adakah hal lain di dunia ini yang bisa Anda pikirkan selain memikirkan kelamin dan buritan saya?
Jika saya homo, apakah Anda akan menjadi orang yang berbeda kepada saya? Peran apa yang akan Anda mainkan?
Atau... Anda akan hanya akan memanfaatkan kehomoan saya? Jelas lah jadinya, bahwa perkara homoseksual atau tidak, jadinya adalah derita Anda.
Homo itu ada, dimana-mana. Tidak perlu dipusingkan, karena mereka - selagi Anda tidak berduaan di dalam kamar dan telanjang bersamanya - maka Anda baik-baik saja, dan mereka sama manusianya dengan Anda. Dan jika suatu hari Anda menemukan diri Anda telanjang dengan sama-sama penuh nafsu dengan sejenis Anda, terserah hanya berdua saja, bertiga, atau bahkan beramai-ramai.... sudah pasti, Anda pun homo. Selebihnya? Kami hanya manusia biasa. Jangan hakimi kami dengan hal yang ada di imajinasi terliar Anda dan mungkin sebenarnya ingin Anda cicipi. (CP)
