Baru saja usai baca cerita di blog, kisah si Pungguk & si Rembulan.
Bagaimana menyatakannya.... Yah... di dunia seperti ini, ada kalanya kita menjadi si Pungguk, ada kalanya kita jadi Rembulan.... keseimbangan yang aneh. Kadang kita menginginkan seseorang, namun tidak berbalas. Atau bahkan kita yg ang diinginkan orang, namun kita tidak membalas.
Dan... dari diinginkan-menginkan itu, aku merasa mual. Pusing, seolah-olah habis diputar dalam lingkaran tak berujung....
Aku sendiri sudah tidak tahu pentingnya mencintai dan dicintai, apalagi ingin diinginkan. Aku.... mati rasa.
Kecil percayaku akan cinta dalam hubungan di dunia seperti ini. Mungkin karenaakhirnya aku jadi ragu dengan rasaku sendiri. Terlatih patah sambung patah sambung.
Sayang aku punya. Tapi takut sudah untuk lebih kompleks lagi.
Bagaimana menyatakannya.... Yah... di dunia seperti ini, ada kalanya kita menjadi si Pungguk, ada kalanya kita jadi Rembulan.... keseimbangan yang aneh. Kadang kita menginginkan seseorang, namun tidak berbalas. Atau bahkan kita yg ang diinginkan orang, namun kita tidak membalas.
Dan... dari diinginkan-menginkan itu, aku merasa mual. Pusing, seolah-olah habis diputar dalam lingkaran tak berujung....
Aku sendiri sudah tidak tahu pentingnya mencintai dan dicintai, apalagi ingin diinginkan. Aku.... mati rasa.
Kecil percayaku akan cinta dalam hubungan di dunia seperti ini. Mungkin karenaakhirnya aku jadi ragu dengan rasaku sendiri. Terlatih patah sambung patah sambung.
Sayang aku punya. Tapi takut sudah untuk lebih kompleks lagi.